Posts

Showing posts from 2026

Pengamatan Hakim Perlu Batas yang Tegas

Image
Ilustrasi pengamatan hakim sebagai bukti (foto:H OS LAW FIRM) JAKARTA, H OS LAW FIRM - Permohonan uji materiil mengenai frasa "pengamatan hakim" sebagai alat bukti dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) sesungguhnya bukan sekadar persoalan teknis pembuktian. Di balik pengujian itu, terdapat pertanyaan mendasar mengenai bagaimana menjaga keseimbangan antara kewenangan hakim untuk menemukan kebenaran materiil dan jaminan hak setiap orang untuk memperoleh peradilan yang adil ( fair trial ). Dalam sidang uji materiil di Mahkamah Konstitusi pada 8 Juli 2026, Kejaksaan Agung RI melalui Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Didik Farkhan Alisyahdi, mengambil posisi yang menarik. Kejaksaan tidak meminta frasa "pengamatan hakim" dihapus, tetapi justru mengusulkan agar norma tersebut dinyatakan tetap konstitusional sepanjang dimaknai secara terbatas. Menurut Kejaksaan, pengamatan hakim hanya boleh dipahami...

Ketika Hukum Berbatas, Keadilan Tetap Menemukan Jalannya

Image
Hanter Siregar saat menunggu pesanan (Foto:Driver Gojek). Tidak semua persoalan dalam kehidupan dapat dijangkau oleh peraturan perundang-undangan. Hukum positif memang memberikan kepastian melalui norma-norma yang mengikat, tetapi tidak setiap keadaan dapat diatur secara rinci. Oleh karena itu, dalam praktiknya, pencapaian keadilan sering kali juga bergantung pada kebijaksanaan, empati, dan itikad baik manusia dalam menyelesaikan suatu persoalan. Ada sebuah pengalaman sederhana yang mengingatkan saya akan hal tersebut. Pada malam Selasa, 29 Juni 2026, seorang kenalan lama ketika saya masih tinggal di Kota Pematangsiantar menghubungi saya untuk berdiskusi mengenai persoalan ketenagakerjaan yang sedang dihadapinya. Ia bercerita bahwa dirinya akan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak, padahal kontrak kerjanya masih berlaku dan baru akan berakhir sekitar sepuluh bulan lagi. Menanggapi persoalan tersebut, saya berusaha memberikan beberapa pandangan hukum mengenai ha...

Papua dan Ketakutan Negara terhadap Kebenaran

Image
JAKARTA, H OS LAW FIRM - Viralnya film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita seharusnya tidak dilihat sekadar sebagai fenomena hiburan atau kontroversi media sosial. Film ini menjadi penting justru karena membuka sesuatu yang selama bertahun-tahun berusaha meliput oleh negara dan elit kekuasaan: Papua masih diperlakukan sebagai eksploitasi wilayah, bukan wilayah yang menghormati martabat manusianya. Yang paling menarik bukan hanya isi filmnya, melainkan reaksi terhadapnya. Pemutaran yang dibubarkan, diskusi tentang manfaat, dan narasi soal tanah adat secara langsung dianggap sensitif. Dari situ muncul satu pertanyaan yang sangat telanjang: kalau memang tidak ada masalah serius di Papua, mengapa sebuah film dokumenter harus ditakuti? Di titik inilah negara terlihat rapuh. Bukan rapuh karena ancaman separatisme, rapuh karena tidak siap menghadapi kritik moral terhadap cara Papua diperlakukan selama ini. Kita harus berani mengatakan sesuatu yang selama ini terlalu ser...

Era AI dan Pergeseran Nilai Kerja Manusia

Image
Sejarah perkembangan ekonomi menunjukkan bahwa setiap kemajuan teknologi sering “mengubur” alat lama. Mesin baru menggantikan alat sebelumnya, seperti mobil menggantikan kuda atau komputer menggantikan pekerjaan manual. Setiap perubahan besar ini biasanya menimbulkan ketakutan bahwa manusia tidak lagi dibutuhkan. Namun kenyataannya, ekonomi tidak runtuh. Pekerjaan tidak hilang sepenuhnya, tetapi berubah bentuk. Saat ini, dunia kembali menghadapi perubahan besar dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI). Perubahan ini bahkan bisa lebih besar daripada munculnya internet. Banyak pekerjaan yang selama ini bergantung pada penggunaan komputer dan keyboard—seperti menulis, mengolah data, atau membuat kode—mulai bisa dilakukan oleh AI dengan lebih cepat dan murah. Perusahaan kini dapat “menangkap” pengetahuan karyawan dan mengubahnya menjadi sistem digital yang tidak lelah dan tidak membutuhkan gaji tambahan. Bagi pekerja yang nilai utamanya hanya pada kemampuan teknis seperti mengetik, men...

Cinta yang Tersembunyi dalam Singkong Rebus

Image
" Makanlah apa yang ada di meja. Jangan mencari apa yang tidak ada. Nikmati dan syukuri. Karena kebahagiaan tidak ditentukan oleh apa yang kita makan ." Malam terhampar sunyi. Aku duduk di teras rumah, memandang jalan yang lengang, sesekali menengadah ke langit yang seakan menyimpan ribuan cerita. Dalam diam, aku menyusuri lorong waktu—kembali pada awal mula hidupku, saat aku masih bersemayam di dalam kandungan ibu. Sembilan bulan lamanya aku hidup dari darah dan dagingnya. Dalam diam, aku adalah beban yang bisa saja mengancam nyawanya. Rasa sakit yang tak terperi harus ia tanggung hingga aku lahir ke dunia. Penderitaan demi penderitaan ia lalui tanpa keluh. Bahkan setelah aku lahir, ketergantunganku tak pernah benar-benar usai. Sejak dalam kandungan, tumbuh, hingga hari ini—aku masih hidup dari kasih dan pengorbanannya. Waktu terus berjalan. Detik menjadi menit, menit menjelma jam, lalu hari dan tahun saling mengejar. Namun satu hal yang tak pernah berubah: perjuangan ...