Kebudayaan Kita Sedang Gagap: Menyimak Pidato Karlina Supelli
Oleh: Hanter Oriko Siregar Di tengah arus pembangunan yang semakin deras dan pasar yang mengatur hampir seluruh lini kehidupan, kebudayaan kita tampak gagap. Bukan karena tidak ada yang memikirkannya, tetapi karena cara kita memperlakukan kebudayaan sering kali keliru. Pidato kebudayaan Karlina Supelli yang berjudul Kebudayaan dan Kegagapan Kita menjadi cermin yang menyakitkan sekaligus penting bagi kita untuk menilai di mana sebenarnya kita berdiri dalam percakapan kebudayaan saat ini. Karlina memulai pidatonya dengan membawa kita menyelami hutan Kalimantan dan kehidupan masyarakat adat Dayak. Ia bercerita tentang rotan yang dirangkai menjadi tikar oleh perempuan Dayak Ngaju, dan serat Doyo yang dipintal menjadi tenun oleh perempuan Dayak Benuaq. Namun, kedua praktik budaya itu kini terancam hilang karena hutan yang menjadi sumber kehidupannya semakin digerus oleh industri ekstraktif. Apa yang Karlina tampilkan bukan sekadar cerita folklor. Ini adalah metafora yang sang...